KPK Teken MoU dengan FRPKB dan Berikan Kuliah Umum di Universitas Teknokrat Indonesia

Universitas Teknokrat Indonesia menjadi tuan rumah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dengan Forum Penguatan Karakter Bangsa (FRPKB), Senin (tanggal kegiatan).

Ketua KPK, Komjen Pol. (Purn.) Firli Bahuri, secara langsung menandatangani MoU bersama Ketua FRPKB, Prof. Dr. Karomani, M.Si, dalam rangka memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan tinggi.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Rektor UIN Prof. Wan Jamaluddin, Rektor Universitas Malahayati Dr. Ahmad Farizh, Direktur Politeknik Dr. Sarono, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Mahatir Muhammad, para dekan, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Setelah penandatanganan MoU antara KPK dan FRPKB, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Universitas Lampung (Unila) dengan Universitas Teknokrat Indonesia oleh para rektor di hadapan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Ketua KPK dan menyatakan harapannya agar mahasiswa dapat menjadi pribadi berintegritas yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa BEM Universitas Teknokrat Indonesia telah melakukan pengabdian masyarakat, antara lain membantu 60 panti asuhan dan menyalurkan 1.500 paket sembako kepada Wali Kota Bandar Lampung dan Kapolda Lampung,” ujar Dr. Nasrullah.

Ketua FRPKB, Prof. Dr. Karomani, dalam pidatonya menegaskan bahwa persoalan korupsi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data Transparency International, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di peringkat ke-96 dari 180 negara dengan skor 38, masih di bawah rata-rata global yang berada di angka 43.

“Tentu tidak bijak jika beban pemberantasan korupsi hanya dibebankan pada KPK. Ini adalah persoalan nasional yang membutuhkan gerakan bersama, termasuk dari lingkungan kampus melalui pendidikan antikorupsi, kampanye, seminar, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, strategi nasional pencegahan korupsi (Stranas PK) KPK memiliki tiga tujuan utama yang sejalan dengan misi FRPKB, yakni membentuk karakter bangsa melalui dunia kampus.

“Kolaborasi ini sangat strategis, karena sebagian besar pegawai negeri, pejabat, dan pemangku kebijakan lainnya adalah alumni dari dunia kampus. Maka penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini,” jelas Prof. Karomani.

Ia berharap, setelah MoU ini ditandatangani, kerja sama konkret bisa segera dijalankan di 48 kampus anggota FRPKB.

“Semoga bulan Ramadan ini membawa keberkahan agar bangsa ini terbebas dari korupsi. Meskipun belum mungkin sepenuhnya hilang, setidaknya kita terus membaik dari tahun ke tahun menuju negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Dalam kuliah umumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyoroti pentingnya implementasi MoU dalam dunia pendidikan, membangun tembok pencegahan korupsi mulai dari lingkungan kampus, serta mengapresiasi kegiatan sosial mahasiswa.

“Saya tidak melihat dari jumlah bantuan, tetapi ada filosofi hidup: saat kita ingin berbagi, modal utama kita adalah cinta dan kasih sayang,” ucapnya.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus diiringi dengan pencegahan melalui perbaikan sistem dan pendidikan publik. KPK saat ini tengah mendorong strategi Trisula Pemberantasan Korupsi, salah satunya adalah pendidikan publik.

“Strategi pendidikan publik ini penting karena merupakan amanat konstitusi kita, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak ada yang bisa mengubah dunia dan memajukan negara selain pendidikan,” tegas Firli.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa:

“Masa depan kalian tergantung dari apa yang kalian lakukan hari ini. Kita tidak dilahirkan hanya untuk hidup, tetapi untuk mempersiapkan masa depan.”

Sementara itu, Wakil Dekan Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Mahatir Muhammad, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK dan FRPKB dalam penyelenggaraan kuliah umum ini.

“Harapan kami ke depan adalah membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan memiliki semangat menjadi penerus bangsa. Semoga mereka terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang berdaya dan bermanfaat,” pungkasnya.

Leave a Comment

IndonesiaidIndonesiaIndonesia