
restasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia di tingkat nasional. Tiga mahasiswa Program Studi S1 Manajemen berhasil meraih Juara 3 Lomba Action Plan Bakti Desa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan.
Mengusung tema “Together We Thrive: Building Impact, Building Bonds, for Sustainable Village”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk bertukar gagasan sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Dalam kompetisi Action Plan Bakti Desa Nasional 2026, tim mahasiswa S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan gagasan inovatif melalui action plan berjudul “Segayam Empowerment Through Gastronomy and Rural Entrepreneurship: Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Hilirisasi Ekonomi di Desa Segayam.”

Gagasan tersebut berangkat dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pendekatan gastronomi dan kewirausahaan masyarakat desa. Tim melihat bahwa potensi lokal dapat dikembangkan lebih jauh apabila tidak berhenti pada tahap produksi bahan atau komoditas, tetapi dilanjutkan melalui proses pengolahan dan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah.
Tim mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia yang berhasil mengharumkan nama almamater dalam kompetisi nasional tersebut terdiri atas Ardan Deliano, Reyhan Shensinie, dan Hanifah. Ketiganya berada di bawah bimbingan Dosen Terbaik Monica Septiani, MBA, yang turut memberikan pendampingan dalam proses pengembangan gagasan dan persiapan menghadapi kompetisi. Dalam kompetisi tersebut, tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menempati posisi Juara 3, setelah Universitas Mataram sebagai Juara 1 dan Universitas Diponegoro sebagai Juara 2.

Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus membentuk Mahasiswa menjadi sosok yang tangguh dan berilmu serta memiliki akhlak mulia.

